Senin, Februari 21

MEMERANGI ILMU HITAM YANG BIKIN CEPAT KAYA


Pada masyarakat jawa, orang mempunyai ilmu mencari kekayaan dinamakan mempunyai “piaraan” (ingon2), sambatan atau pesugihan. Kalau orang betawi bilang ilmu nyupang.
Ilmu sambatan disebut juga ilmu minta bantuan kepada suatu makhluk, seperti gunung kawi, termasuk golongan pakai ilmu sambatan. Dijawa tengah (klaten) ada ilmu sambatan yagn disebut “bulus jimbung” dimana yang menyambat pada kekuatan “bulus” yang belang didaerah “Jimbung klaten”. Orang yang punya ilmu sambatan “bulus jimbung” ini ditandai dengan belang2 dibagian badan yang semakin banyak. Paling duluan kena operasi belang adalah bagian2 ujung tangan.
Umumnya orang yang mempunyai ilmu ingin kaya tidak wajar, dari yang disambat atau dari piaraanya minta semacam upeti, entah anaknya meninggal tiap taun, atau orang lain serumah yang dipelihara jadi tumbal (orang jawa bilang “wadal” atau lebon”).
Sebenarnya ini merupakan suatu tindakan kriminal yang hanya bisa dibuktikan oleh orang berilmu. Ilmu cepat kaya ini adalah merupakan kontrak seumur hidup sampai mati. Setelah mati, arwah orang yang menerima ilmu tersebut akan jadi setan dan hamba dari setan tadi. Seperti untuk ilmu “jimblung klaten”, orang yg ketiban ilmu kaya tersebut arwahnya akan jadi hamba “bulus belang”. Harta yang diperoleh dengan ilmu sambatan jarang bisa diwariskan kepada keturunanya.
Orang yang dijadikan tumbal, kalau tidak meninggal, jadi cacat, syaraf, bego, gila, bloon, kunet, atau berbagai macam penyakit aneh lainya. Yang punya ilmu sambatan senang sekali memelihara orang kuntet atau orang cebol. Sehingga kira kira kita bisa bertanya pada sementara perusahaan2 yang punya kegemaran untuk memelihara orang2 cebol.
orang yang punya ilmu sambatan. Kadang2 suka memelihara burung gaok (burung pemakan bangkai yang hitam, orang jawa menyebutnya burung pertanda kematian). Ada juga yang suka memelihara pukang, sejenis kera kecil. Didalam rumah ada kamar yang dikosongkan untuk kediaman peliharaan tersebut. Disitu sang peliharaan disuguhi sesajen, seperti ikan mentah, kopi pahit, candu, ayam dibakar minuman keras dan sebagainya.
Ingon2 (peliharaan) itu dikenal bermacam2. Ada tuyul, belorong (kepala manusia wanita tetapi badan ular, jaran penoleh (setan kuda) kera putih, celeng baloten (orang betawi bilang babi ngepet) dan semcamnya.
Orang yang punya tuyul bisa ditandai ,kalau orang jalan dipasar, tangan yang empunya selalu tertelikung kebelakang, karena tuyulnya yang tidak kelihatan sedang digendong. Tukang2 bakul jamu biasanya sudah tau anti tuyul ini dengan menaruh barang tajam seperti jarum atau pisau silet bercampur didalam tempat uang. Orang yang punya peliaraan tuyul biasanya tak punya anak, karena sang tuyul adalah pencemburu; kalaupun punya anak haruslah dipisahkan ditempat yang jauh sekali. Yang punya ilmu belorong kepalanya selalu bergoyang goyang. Yang punya jaran panoleh orang yang punya kepalanya sering miring2 seperti kuda (kuda noleh). Lain halnya yang punya aji kera putih, dimana orangnya selalu garuk2 badan seperti kera dan pada hari2 tertentu tingkah dan perlakuanya seperti kera.
Yang paling berbahaya adalah orang yang punya “Celeng Bolotan” atau “Babi Ngepet” orangnya jarang mandi, hanya sekali setahun. Orang yang punya ilmu ini ditandai dengan sifat fisik dimana dipertengahan bibir atas tidak jelas adanya lembah2nya. Mirip seperti bibir atas monyet. Dan ciri fisik semacam ini sudah merupakan ciri umum setiap orang yang puunya jadi2an untuk bikin cepat kaya.
Yang punya ilmu sambatan atau ingon2 ini banyak anehnya. Seperti  yang punya belorong kalau punya cermin besar harus ditutup, sebab bayangan blorong yang tidak bisa kelihatan dengan mata telanjang bisa nampak diakaca.
Anti dari pada ilmu bikin cepat kaya ini yang paling ampuh, adalah dengan menyebar ujung2 potongan sapu lidi yang sudah bekas dan lama dipakai. Agar kita tidak jadi korban. Maka ujung2 sapu lidi itu disebar dirumah atau dihalaman. Begitu juga sebaliknya untuk mengkocar kacirkan orang yang punya sambatan. Untuk ilmu hitam yang bikin cepat kaya, kena taburan potongan sapu lidi tak ubahnya seperti “aji tombak seribu”. Penangkal lainya adalah dengan menidurkan cermin, dimana lapisan air raksa cermin menghadap kebawah (kelantai atau dipermukaan meja. Mau mengusir piaraan tersebut dari seseorang, bisa juga dengan bersiul dimalam hari ditempat atau dirumah orang yang punya peliaraan. Makhluk2 piaraan tersebut akan lari.
Untuk memerangi ilmu  hitam bikin cepat kaya, ada jalan dengan memaksa orangnya untuk melaksanakan pantangan2. Seperti menjual benda2 tajam dimalam hari seperti jarum dan pisau silet. Sebenarnya kalau seseorang tidak punya ilmu sambatan, tidak perlu takut menjual silet atau jarum dimalam hari.

2 komentar:

  1. wah postinganya oke,jadi tau istilah jaran panoleh karena pada tengah malam gulita berpapasan dg suara kaki kuda.ketuplak ketuplak.....

    BalasHapus
  2. Kira2 klo mau menjebak babi ngepet atau yuyul bs ga.soalnya dtptku lg heboh babi ngepet
    thank u

    BalasHapus